Bayang

Bayang datang sebagai kenang dari lampau yang mengekal
Engkau nyanyikan lagi lagu tentang dongeng dan mimpi

Pada jernih air engkau tersenyum : hai, narsisus, kaukah di situ?
Sejernih air anganmu tentang harmoni tak ada gelombang

Hanya wajahmu sendiri dengan senyum pahit memendam sangsi
Pada jernih air engkau bertanya: hai, kau bukan narsisus, lalu siapa kau?

Lalu kau buka halaman segala mitos, legenda, dan fabel
Mungkin ada metafora di situ, mengaca wajah sendiri

Pada jernih air engkau berkata: hai, kau bukan don kisot, malin kundang, sishipus, zarathustra, sangkuriang, caligula, arjuna, sidharta, lalu siapakah engkau?
Tak ada yang menjawabnya, bahkan angin hanya berdesir

Riak kecil di permukaan air, demikian jernih, demikian harmoni
Pada jernih air, kembali engkau bertanya: lalu siapa dirimu?

Bayang di permukaan, wajahmu yang marah dan masygul
Bertanya tanpa ada jawab: siapakah engkau?

Hanya bayangmu pada air yang jernih o langit yang biru o angin yang mendesir o

Depok, 29 September 2001
Puisi Bayang
Puisi: Bayang
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Makan Singkong Bikin Asam Lambung Naik

Post A Comment:

0 comments: