Catatan Akhir

resah menjelma langit risau dan bumi yang berpeluh

demikianlah, peristiwa-peristiwa diulang-ulang kembali
pesta-pesta perkabungan menjeritkan lengking malam
menggedor dinding-dinding rumah yang lapuk
hingga larut subuh gemanya tak kunjung lenyap
resah yang serisau langit memintal-mintal cemas

kopi pagi tanpa gairah
seperti malam gagal tawarkan 
secangkir kopi pengantar tidur

luka tak bisa dijahit
rindu gagal mengundang kenang
mulailah aku menghitung tanda
prosesi demi prosesi tak bermantra puisi

lihat resahku!
tak lagi rebah di pangkuanmu
rindu yang dulu jadi kitab harapan
menjelma kitab kutukan

maka merataplah
sebab akan lahir banyak kutukan
dan kita tak sanggup lagi menandainya.

Puisi Catatan Akhir
Puisi: Catatan Akhir
Karya: Tjahjono Widarmanto

Baca Juga: Puisi Kabut Asap
Loading...

Post A Comment:

0 comments: