Kuda Goyang

ini aku si kuda goyang, mantram segala mantram, penakluk
segaligus pengobar hasrat birahi di tengah altar, di pusar empat kiblat
lima pancer,  di sudut penjuru mata angin,  aku bergoyang: goyangku goyang
tali benang penjerat sih suksma, pengikat buhul pesona di kerdip mata

bergoyang ekorku si kuda goyang. muara segala mantram
pesisir segala sir, puncak segala tombak lingga. kulecut
ekorku si kuda goyang. bet bet kusabetkan puncak mahameru
rontok jadi lentik api mengobar birahimu pada pesona kuda goyang
bet bet kulecut bumi, kaburkan debu kobarkan pesona asmara
taksuku. ekorku si kuda goyang kulecutkan, bet bet kusabet hatimu
lautan hasrat yang akan padam kecuali pada dengus si kuda goyang.
kulecut ekorku, bet bet kusabet hatimu jadikan jiwamu goncang
membuatmu menari bergoyang-goyang, gendheng puyeng berputar-putar
berlari menjemput hasrat si kuda goyang dengus birahi yang meringkik-ringkik

di tengah altar. di pusar empat kiblat lima pancer.  di sudut penjuru mata angin
aku si kuda goyang meringkik menggoyang-goyang ekor.bet bet
: ini segala birahi hasrat meringkik-ringkik menerjang sukmamu!
bumi ketanggi-bumi ketintang

Puisi Kuda Goyang
Puisi: Kuda Goyang
Karya: Tjahjono Widarmanto

Baca Juga: Puisi tentang Asap

Post A Comment:

0 comments: