Puisi: Lelaki yang Memotong Jari-jarinya Karya: Tjahjono Widarmanto
Lelaki yang Memotong Jari-jarinya

"Mana buktinya bahwa kau benar muridku dan aku benar gurumu, wahai sang jagoan?" demikian kabar berita yang dibawa sepotong senja ke kediamannya yang sepi di ceruk lembah senyap di tengah hutan yang coklat.

"Kuberikan potongan jari-jariku padamu sebagai baktiku padamu guru!" demikian kalimat terakhir yang ia ucapkan sambil menyorongkan potongan jari-jarinya ke muka gurunya.Lalu perlahan tubuhnya layu merangkul bumi di depan gurunya dan patung gurunya.

"Ekalaya, Mengapa kau begitu bodoh percaya hanya  pada sebongkah patung yang cuma serupa aku?" tanya pak tua itu memunguti potongan-potongan jari yang berserakan di atas rumput yang masih basah oleh embun, oleh-oleh buat muridnya yang seorang lagi.

Tak ada yang menjawabnya kecuali hutan yang makin senyap dan makin coklat.

2012
Puisi Lelaki yang Memotong Jari-jarinya
Puisi: Lelaki yang Memotong Jari-jarinya
Karya: Tjahjono Widarmanto

Baca Juga: Lifestyle Blogger
Loading...

Post A Comment:

0 comments: