Melankoli

rentang membentang hati seluas dunia
curam palung hatimu dalam

tak sanggup diterjemah
detik dan detik dicipta

siapa merangkai airmata? dalam kenang
seribu luka digores-gores membuka

kembali diri melayang-layang
tak napak kaki, bumi sendiri

o engkau, menari purba
ditingkah seruling sunyi terasa

demikian kata, tak ada guna
karena puisi demikian indahnya

sunyimu sendiri, menari-nari
sunyiku sendiri, menari-nari

o, siapa luka dalam tawa?
o, siapa tawa dalam luka?

Puisi Melankoli
Puisi: Melankoli
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Selamat Hari Ayah
Loading...

Post A Comment:

0 comments: