Pelataran

sebuah kota, sayang, adalah pelataran dengan bunga-bunga indah
tempatmu menjemur dan memanjangkan helai-helai rambutmu

memanjang seperti kenangan pada kecupan pertama
membuatmu tersipu dalam senyuman
lantas mencatatnya dalam suluk-suluk cinta
si majnun yang berlari memintas lorong-lorong kangen

pelataran itu, sayang, menimbun daun-daun gugur
menimbun kenangan yang selalu tersemai dan tersusun kembali
seperti musim memutar kemarau dan awan yang basah

pelataran itu, sayang, tempat kita berlari-lari
menjumputi kangen dan setia yang tumbuh tak pernah layu

Puisi Pelataran
Puisi: Pelataran
Karya: Tjahjono Widarmanto

Baca Juga: Puisi Cinta untuk Istri yang Jauh
Loading...

Post A Comment:

0 comments: