Silhuet Panorama

dari kelampauan yang buram, tak ada tersisa airmata
diseka waktu, mungkin hanya gurau, sebuah entah

tapi bayang itu datang, mengekalkan
sunyi, barangkali milikmu, cuma

sebagai buku terbuka, atau kerdipan mata
pembacaan isyarat tanda, mungkin sebuah wacana
gerutuan lepas, namun

mimpi yang terbubuh tak niscaya menjelma, sebuah idea
(gapaian tanganmu mungkin letih ingin menjamahnya….)

terantuk pandang pada nyata, walau menari juga
segala yang mungkin ingin dikenang

Puisi Silhuet Panorama
Puisi: Silhuet Panorama
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Ibu dan Ayah
Loading...

Post A Comment:

0 comments: