Televisi Oktober

mungkin bukan musim bunga hongaria, ketika kau rayakan
kemenangan taburan pujian dan harapan, mungkin letusan
petasan atau ucapan syukur:

"interupsi!"

itukah demokrasi? impian surealis yang kau bayangkan
di tengah gemuruh demonstrasi. perdebatan di ruang
diskusi. janji di kerumunan kampanye.

"interupsi!"

lalu ada yang kecewa dan meledakannya dengan api.
karena ibu tak berdiri di mimbar. karena ibu
dikalahkan terus...

"interupsi!"

ibu berdiri di mimbar. tapi masih ada juga yang
kecewa. masih ada yang menyimpan sesal!

"interupsi!"

Jakarta, 1999
Puisi Televisi Oktober
Puisi: Televisi Oktober
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Anak Negeri

Post A Comment:

0 comments: