Puisi: Sketsa tentang Seorang Gadis di Malam Tahun Baru yang Lalu Karya: F. Rahardi
Sketsa tentang Seorang Gadis
di Malam Tahun Baru yang Lalu

malam tahun baru yang lesu
seorang gadis berkerudung sarung berjalan
sendirian
melalui tangsi-tangsi itu
angin telah berhenti meratapi nasibnya
gerimis telah habis tercurah di atas tanah
apakah dia akan mencari ajalnya
malam-malam begini melewati tangsi-tangsi
kalaupun memang sampai niatmu
baiklah menyerahlah dengan tabah

malam tahun baru termangu-mangu
seorang gadis murung bernaung mendung
berjalan di sepanjang tangsi-tangsi itu
kekasihkah kiranya yang ia cari
malam-malam begini sepi dari birahi
mungkinkah kiranya perwira-perwira
atau kroco yang ngantuk di pos jaga itu
jatuh cinta padamu
gadis bermata burung umurmu belum banyak

alkisah
maka gadis murung itupun terus
menyusup-nyusup di antara rumah-rumah
tangsi itu
bertemu dengan tentara-tentara dan
tertawa-tawa
dan kemudian hamillah dia
malam tahun baru yang kuyu
telah menghamilinya dengan
seorang bayi kecil dalam perutnya
dan gadis itupun tak urung tambah bingung
siapa gerangan ayah sah
dari bayi yang dikandungnya
malam tahun baru sudah lama laju
angin telah berhenti meratapi tangisnya
gerimis telah habis tertumpah di atas tanah
dan lahirlah bayi itu tanpa ayah
dan gadis itupun menjadi ibu dengan sah
berlindung dinding-dinding tangsi
iapun menyerah dengan tabah.

Amb. 1 Januari 1973
Puisi
Puisi: Sketsa tentang Seorang Gadis di Malam Tahun Baru yang Lalu
Karya: F. Rahardi

Baca Juga: Puisi tentang Hujan 4 Bait

Post A Comment:

0 comments: