Puisi: Dan Tubuh Kami Masih Saja Dijejali Batu-batu Karya: Tjahjono Widarmanto
Dan Tubuh Kami Masih Saja Dijejali Batu-batu

di akhir sunyi yang mengendap-endap sepanjang malam
selalu saja kami gagal mengeja tubuh sendiri
hanya batu-batu resah menumpuk dalam tubuh
tak bisa jadi prasasti sebab huruf tak bisa dipahatkan

jadilah kami musafir bisu yang mengutuki diri sendiri
gagal membaca tubuhnya di setiap malam
gagal menulis catatan-catatan di batunya sendiri

masih juga kami bertanya
: kalau tak mampu membaca tubuh sendiri
lantas siapa yang harus membaca tubuh kami?

pertanyaan itu, sia-sia yang membentur-bentur dinding-dinding langit
maka, tangis pun berulang-ulang menjadi gema di setiap subuh

dan, tubuh kami masih saja dijejali batu-batu.

Puisi Dan Tubuh Kami Masih Saja Dijejali Batu-batu
Puisi: Dan Tubuh Kami Masih Saja Dijejali Batu-batu
Karya: Tjahjono Widarmanto

Baca Juga: Puisi Burung Dara

Post A Comment:

0 comments: