MAGHRIB

azan maghrib itu melayang menjadi sepasang tekukur
mengepak-ngepakan sayapnya dan hinggap di ranting
hati yang selalu basah air mata yang selalu rindu

senja itu seluruh rumah Allah mengundang segenap lelah
untuk merebahkan istirah meletakkan penat pada larik-larik doa

tak ada yang paling syahdu; selain senja dan kumandang adzan maghrib
berpasang tekukur terbang di kaki langit dan hinggap
di ranting hati yang selalu rindu
meletakkan kening pada sujud paling sunyi.

Puisi MAGHRIB
Puisi: MAGHRIB
Karya: Tjahjono Widarmanto

Baca Juga: Puisi Puitis Kehidupan

Post A Comment:

0 comments: