SKETSA

(1)
lorong-lorong di kota ini tak akan membuatku tersesat, berbeda saat kumasuki lorong-lorong di hatimu. aku tersesat dan berdiam di sana

(2)
di kedalaman puisi akan kau temukan sunyi, sebenar-benar sunyi, sebenar-benar puisi

(3)
aku rasakan benar doa yang tak terucapkan, tapi bergetar di dalam jantungmu

(4)
karena kesedihan adalah kebahagiaan dengan nama berbeda, maka hadir cinta bersama airmata

(5)
secangkir kopi dan kenang yang menggenang di dalamnya, pahit dan manis, serupa hidup yang harus tetap ternikmati

2015
Puisi SKETSA
Puisi: SKETSA
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Menanti Rembulan

Post A Comment:

0 comments: