Penyair Tengah Malam

aku menulis puisi
di malam yang diam
berita televisi masih saja berkobar api
tak jenuh disuguhinya kotak-kotak petaka

aku menulis puisi
orang-orang masih memeram mimpi
sengat oleh hujan yang penuh birahi
masih saja tak dimengerti
mengapa sunyi itu lindap kembali

aku menulis puisi
tak ada yang bisa kutangkap
selain igau dan imaji sesat
padahal aku kangen pada lembap bibirmu

aku menulis puisi
semua amarah menggumpal di otakku
malaikat pergi dari bahuku
tragedi demi tragedi ngoceh dan memungut setiap
galau yang makin kacau

Jakarta, Januari 2007
Puisi Penyair Tengah Malam
Puisi: Penyair Tengah Malam
Karya: Alex R. Nainggolan

Baca Juga: Sajak karya Tjahjono Widarmanto

Post A Comment:

0 comments: