Rumah Ibu

barangkali ia sehimpunan doa yang berkerumun saat bayi menangisi waktu dan gemar meminum susu dari payudara yang padat sementara waktu telah sesak di matanya ia menua di kalender waktu menabung dosa dan tak lagi banyak bercakap hanya pengap di pangkal isak sungguh ia ingin ibu banyak berkata padanya bukan hanya sekadar usia atau insomnia yang meradang di kepalanya

perempuan wangi itu melintas di dalam teks yang berjalan. dan lelaki itu kehabisan ide, dengan cara yang bagaimana bakal tamat untuk membacanya. meski layar masih kelabu dan hujan menetes dari setiap celah tubuhnya. perempuan seksi itu masih saja berkelebat. dan ia cuma mendapatkan denyar angin yang menyisakan harum rambut dan tubuhnya. ia terpana dengan mata yang tak berkedip.

Puisi Rumah Ibu
Puisi: Rumah Ibu
Karya: Alex R. Nainggolan

Baca Juga: Puisi Puitis Hidup

Post A Comment:

0 comments: