SERPIH

ada yang terpecah hingga serpih. berhambur ke udara
serpih ingatan berserak. silam demikian lamat meninggalkan jejak tanda-tanda
ada yang berbisik mungkin angin. mungkin juga angan inginmu sendiri
cuaca berkabut, di mata. kita berjalan hanya berbekal gamang diri
siapakah yang telah menuliskan ini? berluncuran kata meluncur ke dalam kepala
“aku menyeduh ingatan, dalam secangkir air panas.” ujarnya. mungkin dia penyair
“apa yang kau bayangkan tentang surga?”dan aku membayangkan sesuatu yang mungkin bukan surga.

2013
Puisi SERPIH
Puisi: SERPIH
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Burung Jalak

Post A Comment:

0 comments: