Sungai Kenangan

akhirnya kau jerat aku di sana
menelusuri sungai kenangan
sembari bersiul lagu murung
“bukankah yang bahagia tak mesti diceritakan?”
tanyamu pada gengangan air coklat
menengok ke belakang
menemui barisan pohon-pohon tua berlumut
dengan dahannya yang renta hampir patah
selalu ada jejak leluhur, di garis tubuhmu
matamu berair disapu angin sepoi

asiknya memang kita sambil memancing
siapa tahu ada ikan yang mengambil umpan kering
tapi kerap kutemui barisan kisah
yang tak layak buat anak cucu

sudahlah, ikuti saja alirnya
bertahun-tahun kaupanggul lelah
melawan arus hingga engkau koma
tenggelam
setengah hidup setengah mati

Tangerang, 2010
Puisi Sungai Kenangan
Puisi: Sungai Kenangan
Karya: Alex R. Nainggolan

Baca Juga: Puisi Terindah Perpisahan

Post A Comment:

0 comments: