Setitik Nur

di dalam waktu dan malam yang mengalirkan gairahnya
lahirlah aku setitik nur pijar-Mu dan beranak-pinak
dari
tanda
tanya
dan bagai kupu-kupu aku terbang dari tanaman ke tanaman
hinggap di rimbunan kehidupan merendamkan muka
melepas dahaga mereguk embun yang turun bersama
cahaya bulan masuk ke dalam sejuta kembang kembara
atas
putik
harap
dan bagai lautan merpati melayangkan segala gelombang
dalam hempasan awan putih memagut layang-layang mencari-Mu
akan
jawab
pasti
pada pulau-pulau yang meratap dan merayap di lubuk hati
bumi yang dipijak dan terisak dan tak kuasa mengelak
dari
kuasa-Mu
selalu
sampai-sampai jua aku pada batas itu
batas tetap seperti
semula

1973
Puisi Setitik Nur
Puisi: Setitik Nur
Karya: Hamid Jabbar

Baca Juga: Sajak karya S.M. Ardan

Post A Comment:

0 comments: