62

62
Berapa anak tangga lagi, ya Allah?
Mendaki?
Menurun?

Ah, ya, tak ada kunci bagi rahasia-Mu
Bilangan dan arah juga milik-Mu
Semua menuju-Mu
Para debu!

Para debu
Larut dalam wudhu
Di pori sajadah
: tetap debu!

Melayang dalam waktu
Bertanya tentang tunggu
Hingga air jadi salju
Di atas batu

Sayangku
Aku akan merindu
Sebelum kedua lenganmu melepas peluk
Jadi pungguk

Bermalam, berminggu, berbulan-tahun
Aku menjadi bayangmu
Jejak di depan
Tanah basah: tak jelas
Tapi itu jalan kita

Dalam semak
Ada sunyi
Dalam gelap
Ada duri
Dalam gaduh
Ada album lusuh
(Kita selalu berada di sana!
: setia pada yang tak kekal)

Tapi kini bisa selfie
Potret yang galau
Merekam waktu
Bisa juga lucu!

Tapi waktu selalu tahu
Apa pun yang berubah
Seperti getah
Di tangkai jarak dan kamboja
Membekaskan luka

Sudah kuabaikan usia
Atau nyeri dada
Selagi bisa menyentuhmu
Aku masih ada
: Debu cinta tak mau tua!

(“Sayangku, jangan nyalakan dulu vacuum cleaner-nya!”)

Aku mau hidup seumur hidupmu!
(“Clear & Clean!”)

28 Februari 2016
Puisi: 62
Puisi: 62
Karya: Yudhistira A.N.M. Massardi

Catatan:
  • Yudhistira ANM Massardi mempunyai nama lengkap Yudhistira Andi Noegraha Moelyana Massardi.
  • Orangtua Yudhistira ANM Massardi bernama Massardi dan Mukinah.
  • Yudhistira ANM Massardi lahir di Karanganyar, Subang, Jawa Barat tanggal 28 Februari 1954.
Baca Juga: Artikel Guest Post

Post A Comment:

0 comments: