Puisi: Anoman yang Tua (Karya Slamet Sukirnanto)

Anoman yang Tua

Anoman yang tua. Kemarahanmu merajalela
Engkau menggeram. Engkau meludah
Engkau berang. Engkau meradang. Engkau menendang benda-benda
Ternyata, Engkau sudah pikun. Meskipun tampaknya jaya

Nusantara disangka Ngalengka Diraja
Membuat gaduh seluruh negeri
Lari dari dahan ke dahan. Membakar
Seluruh hutan, semak dan gerumbul di lembah

Karena sengaja atau kekeliruan
Ini nusantara. Bukan negeri Ngalengka Diraja -
Tempat Rahwana sang Perkasa dengan negerinya yang durhaka
materialistis dan serakah. Batil dan tak ketulungan
dosanya yang dengan ganas merenggut kecantikan
Dewi Sinta!

Anoman yang tua
Anda memang sudah pikun
Ini nusantara. Alam apik tercinta

Jangan biarkan amarahmu membabi buta:
Membakar belantara di bawah katulistiwa
Asap telah kau tebar ke mana-mana
Sampai negeri jiran!

Sungguh, Anoman yang dulu bijaksana
Aku sekarang benci kamu
Aku sekarang mengutuk kamu

Kali ini! Engkau nyata-nyata memalukan
Semua golongan para satria!

Jakarta, 15-17 November 1997
Puisi: Anoman yang Tua
Puisi: Anoman yang Tua
Karya: Slamet Sukirnanto
    Catatan:
    • Slamet Sukirnanto lahir di Solo pada tanggal 3 Maret 1941.
    • Slamet Sukirnanto meninggal dunia pada tanggal 23 Agustus 2014 (pada umur 73 tahun).
    • Slamet Sukirnanto adalah salah satu sastrawan angkatan 1966

    Baca Juga: Puisi Terbaik 17 Agustus

    0 Response to "Puisi: Anoman yang Tua (Karya Slamet Sukirnanto)"

    Posting Komentar