Bara Ini Bara Itu

bara ini bara itu
geleng-geleng kepala
bara sini bara situ
geleng-geleng kepala
HP macet hubungan putus
bara menyala bara membara
geleng-geleng kepala
jalan lurus lalu kelokan turun naik

bara ini bara itu
pohon kering pohon meranggas
tanah hitam legam tanah merah
kekuningan sejauh memandang
seantero padang
kepala bergoyang-goyang
ke mana satwa-satwa
ke mana melabuhkan tertawa
di sana tertawa sudah biasa
mana suka mari bercanda
asap hitam awan hitam
matahari pagi kemerah-merahan
derasnya angin langit muram
berpesta tak laku
duka kau kubur di mana
tawakal pasrah menyerah
tutup mulutmu jangan bertanya
pada cuaca jangan bertanya
pada rumput kering jangan bertanya
rusa terpanggang ngangkang di tepi tebing

bara ini bara itu
geleng-geleng kepala
tajamnya mandau kilatan mandau
keringnya danau kapal-kapal berlabuh di pantai
kapal-kapal melepas pantai
setelah meninggalkan ampas dan bangkai
bukit apa ini bukit apa itu
katanya megah kini
terbelah menikmati mandi asap kabut kelam

jangan sedih jangan duka
di tengah tanah menyala
kau tanam bencana
bukit ini bukit apa siapa punya
padang luas siapa punya gerumbul berasap siapa punya
kedalaman tanya siapa punya semua

bara ini bara itu
geleng-geleng kepala
mari maju tak gentar
terus maju juga
bawa beban di punggung
air mata siapa dekat kepala-kepala
nyanyikan aku satu lagu satu saja sebelum bertolak

Tenggarong Kutai, 16-19 Maret 1997
Puisi: Bara Ini Bara Itu
Puisi: Bara Ini Bara Itu
Karya: Slamet Sukirnanto
    Catatan:
    • Slamet Sukirnanto lahir di Solo pada tanggal 3 Maret 1941.
    • Slamet Sukirnanto meninggal dunia pada tanggal 23 Agustus 2014 (pada umur 73 tahun).
    • Slamet Sukirnanto adalah salah satu sastrawan angkatan 1966

    Baca Juga: Puisi Cinta Beda Agama

    Post A Comment:

    0 comments: