Bukit Sibisu

Tak ada waktu menggali luka
Hanya kabut dan kehijauan
- selimut pertapa! Diammu mengagumkan
Menyentuh kencana-keheningan jiwa,
Mengatas terus bertanya:
Adakah memang puncakmu sorga?
Bukit Sibisu
Dikakimu

Lelaki tertahan sejenak
Mengurai gairah. Dan lupa
Tanya hari esok
Keyakinan kokoh
Dalam ruang batinnya.
Tiba-tiba tegak
Bagaikan batu padas tanah Toba!
Bersama sunyi mengeja semesta!
Danau Toba juga batu padas dan manusia
Hidup di tebing curam
Mengoyak lebar kolam maha luas
- mandilah bulan dan matahari senja!

Ada nyanyi gersang
Dan petikan gitar
Menggeletar merongga angkasa!
Puaskan dahaga
Was-was dan kecewa
Larut bersama ombak.

Si pemabuk tuak pulang
Gontai. Di tangannya
Menggenggam erat setangkai bunga!
Beri lagi aku
Hidup bijak
Dalam keras batu
Dalam lembut bunga

1979
Puisi: Bukit Sibisu
Puisi: Bukit Sibisu
Karya: Slamet Sukirnanto
    Catatan:
    • Slamet Sukirnanto lahir di Solo pada tanggal 3 Maret 1941.
    • Slamet Sukirnanto meninggal dunia pada tanggal 23 Agustus 2014 (pada umur 73 tahun).
    • Slamet Sukirnanto adalah salah satu sastrawan angkatan 1966

    Baca Juga: Ungkapan Hati Cinta Segitiga

    Post A Comment:

    0 comments: