Di Seberang Matahari
(Kepada Sutan Usman yang Dipertuan Tuanku Tuo)

Di pelupuk matahari
Di pelupuk mata hati
Merambah bayang
Sampai-sampai
Dalam bianglala janji-janji
Sandi dibenam
Makna waris hilang
Tiang utama ditegakkan
Pusaka berubah arti
Ukiran dikarang
Hak milik mengambang
Anak tangga disusun
Perih
Turun beruntun

Katakan saja
Yang tak mungkin kukatakan
Yang tak patut kuucapkan
Bisikkan di sini
Sumpah yang harus dipatri
Di pelupuk matahari
Di pelupuk mata hati
Dipeluk bayang

Tak terlerai
Inilah rumahku
Rumah ziarah
Tempat bersimpuh
Menyusun jari
Menulis peristiwa hari
Memaknai hidup
Memaknai takdir

Inilah rumahku
Rumah amanah
Di sini sumpah dipatri
Antara nenek dan ibu
Turunan yang akan datang
Di sini janji ditepati
Antara penunggu masa lalu
Dengan penghuni hari ini

Rumahku
Rumah pusaka zaman
Aku diam
Menunggu turunan
Aku diam
Menunggu-Mu
Di pelupuk matahari
Di pelupuk mata hati

1992
Puisi: Di Seberang Matahari
Puisi: Di Seberang Matahari
Karya: Upita Agustine
    Catatan:
    • Prof. Dr. Ir. Raudha Thaib, M.P.
    • Nama Pena: Upita Agustine
    • Nama Lengkap: Puti Reno Raudhatul Jannah Thaib.
    • Upita Agustine lahir di Pagaruyung, Tanah Datar, Sumatra Barat, 31 Agustus 1947.
    Baca Juga: Puisi Cinta Sejati

    Post A Comment:

    0 comments: