Gunung Bromo
Buat: kawan-kawan
dari Universitas Erlangga

Malam dan lautan pasir dihapus kegelapan
Angin mati meskipun tubuh berdekatan
Sepanjang jalan mendatar dan meraba sepi
Puncakmu anggun! Engkau minta tetap sendiri!

Sore tadi aku bergandengan rapat
Jalan terus mendaki! Mendesah nafas
Jari-jari kurusmu lembut sekali
Kata orang engkau telah dipinang
Bunga mawar rekah! Sedang aku
Ranting kering dekatmu terjaring
Luka oleh duri menusuk tubuh
Membangunkan gairah meskipun udara dingin
Berjalin tangan dalam mencari
Cahaya mentari pagi gemilang.
Mari! Meraih kekosongan ruang ini!

Kuda-kuda terus mendesah
Kutatap mata pagimu di sini
Ada yang datang untuk berkah
Ada yang datang karena resah
Kau dan aku mengeja
Dataran dan pasir ini
Gerak jari dan tapak kaki
Mendaki! Terus mendaki!

Ngadisari, 16 Agustus 1983
Puisi: Gunung Bromo
Puisi: Gunung Bromo
Karya: Slamet Sukirnanto
    Catatan:
    • Slamet Sukirnanto lahir di Solo pada tanggal 3 Maret 1941.
    • Slamet Sukirnanto meninggal dunia pada tanggal 23 Agustus 2014 (pada umur 73 tahun).
    • Slamet Sukirnanto adalah salah satu sastrawan angkatan 1966

    Baca Juga: Puisi Terbaik Rindu

    Post A Comment:

    0 comments: