Puisi: Sajak-Sajak dari Solarium Karya: Surachman R.M.
Sajak-Sajak dari Solarium

(1)

Tubuhnya diterbangkan dari Clinton
Jiwanya dicincang di Dellroy, Ohio
Dengan mimpi antara Hong Kong dan Tokyo,
Sebuah ibukota bernama Washington
menyediakan baginya suatu kavling
untuk bersemayam dan diperam
di tingkat keenam

Duh, hatinya tertinggal di Bandung

Ada sebuah jendela
terlalu baik untuk bunuh diri
Sayang butuh terdera
antara halusinasi misteri
Pangeran yang malang
Selamat tidur. Para inang
tengah mempersiapkan bagimu: mimpi
dalam dua buah tabung injeksi

(2)

Pada hari yang ketiga
kau siuman dan terjaga

Pada hari yang kelima
kau sudah berganti nama

Pada hari kesebelas
kau cicip udara bebas

Dan hari keduapuluh
putusan jatuh: kau sembuh

(3)

O, dear, jagalah dirimu!
Tulislah
surat
untukku
Selamat
jalan

(4)

Ranjang kiamat
Kamar sekarat
Selamat tinggal

Para penghuni
yang terdampar di sini
Selamat tinggal

Dokter budiman
Perawat sekawan
Selamat tinggal

Adapun untukmu
kuucapkan di Terminal

Selamat tinggal,
selamat tinggal
dan selamat tinggal

(5)

Bosan jaringan awan
dipilihnya jalan daratan
Jarak sepuluh jam
bisa berkencan dengan alam:

Ladang. Kota. Ladang. Kota
Bukit. Hutan buatan dan pina.

Lembah. Bengawan. Lembah. Bengawan.
Tunnnel. Kanal dan pelabuhan.

Dan, ah seekor kijang
melintas jalan
dalam gerimis hujan

Lalu menghilang.

24 April 1970
Puisi: Sajak-Sajak dari Solarium
Puisi: Sajak-Sajak dari Solarium
Karya: Surachman R.M.
    Catatan:

    • Surachman R.M. lahir di Garut, Jawa Barat, 13 September 1936

    Baca Juga: Puisi Malam Sunyi Tanpamu

    Post A Comment:

    0 comments: