Untuk Ibu-Bapakku

Asap lesu peluit kecil
masih ada di atas biru
tiap kali hati berpaling
dari ombak sudah jauh.

Kalau kapalku tidak maju
dan aku dapat kuburan dalam
dalam tidur yang hitam
hatiku masih mau bilang:

Asap lesu peluit kecil
masih menunggu aku pulang,
atau akan kudapati
peluit sudah berhenti
pelabuhan tidak berasap
kapalku mau rapat
tidak ada jalan.

Itu tembok-tembok pada putih
sudah masuk lain bilangan.

1949
Puisi: Untuk Ibu-Bapakku
Puisi: Untuk Ibu-Bapakku
Karya: M. Balfas
    Catatan:

    • Nama lengkap Muhammad Balfas.
    • M. Balfas lahir di Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, 25 Desember 1922.
    • M. Balfas meninggal dunia di Jakarta, 5 Juni 1975 (pada umur 52 tahun).
    • M. Balfas termasuk dalam Angkatan '45.



    Baca Juga: Puisi Cinta yang Romantis

    Post A Comment:

    0 comments: