Di Meja Makan

Bagaikan sepucuk surat kaleng
Yang sekali mendakwa dan memperingatkan
Saat daku dan kerabat bertelekan di meja makan
Mengunyah selera saling bertanya
Indera perasa, ah niscaya
Kami terpaksa tersenyum dan menggeleng

Kami memang menjilat sejuta zat
Disesap kelima indera merekat
Diserap harapan yang lahap memeras
Ditadah piring sari dan ampas
Ah, jawablah dengan sepucuk kertas warkat —
Terbagi sudah santapan penghabisan yang paling nikmat!

Dikau pun pasti tak percaya, karena
Bagi kenikmatan tiada selera penghabisan.

Puisi: Di Meja Makan
Puisi: Di Meja Makan
Karya: Sugiarta Sriwibawa

Catatan:
  • Sugiarta Sriwibawa lahir di Surakarta, pada tanggal 31 Maret 1932.
Baca juga: Puisi Jeritan Anak Palestina

Post A Comment:

0 comments: