Puisi: Elegi (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Elegi

Mulanya pun samar memperhitungkan akhir
Dari tengah jarak yang ditarik mati antara
(kita hanya menjawabkan ruh)
Ah hati, hati yang masih kenal menyesal
Bertanya diri yang menanggung
Ketika muka-muka yang berkabung
Timbul kata-katanya
Menjadi kucinta dan kuhiba

Ajal pastilah pula kali lain bukan penyelesaian
(Muka-muka menatap tak tahu pada arah)
Keanehan yang selalu ada
Dan akan semakin panjang
Semakin bertanya
Tapi diturutinya sebab bukan ketakutan

Di seberang-menyeberang sepihak-sepihak menyeru
Dai yang lampau dengan amsal-amsal tua
Tapi laku dan tindak mengiraikan kendali
Justru dipesona dongeng-dongeng kelahiran
Dari hasil yang dicintai
Dari tubuh yang dinamai
Pernah dan masih dan akan bisa keliru

Diakuinya
Lahir nama masing-masing
Dikaguminya: telah ada awal?
Lantas tumungkul karena sama tahu
(Aku yang mengerti takut akan kengertianku)
Sesal yang ternyata ditagih dari kehidupan

Tapi kemudian saling berjabat tangan
(Aku yang mengerti puas akan kengertianku)

Kapan ada kisah dendam yang berkobar
Akhirnya padam dan berarang
Lalu pamitlah
Melipur muka-muka yang sungkawa

Puisi: Elegi
Puisi: Elegi
Karya: Sugiarta Sriwibawa

Catatan:
  • Sugiarta Sriwibawa lahir di Surakarta, pada tanggal 31 Maret 1932.
Baca juga: Puisi Perpisahan Sahabat

0 Response to "Puisi: Elegi (Karya Sugiarta Sriwibawa)"

Posting Komentar