Puisi: Mengenang Hamzah Fansuri (Karya Bambang Widiatmoko)

Mengenang Hamzah Fansuri

Seolah membaca jatidiri di tengah rasa sepi
Mengenang penyair sufi Melayu Hamzah Fansuri
Mencoba menangkap makna simbolik yang dituliskannya
Dalam susunan kata-kata yang berirama.

Sebagaimana Hamzah Fansuri mengikuti Iraqi
"Laut sedia; apabila berpalu menjadi ombak baharu
Dikata orang 'ombak'. tetapi pada hakikat laut jua".
Kembali mengingatkanku akan sangkan paraning dumadi.

Demikian pula ketika Hamzah Fansuri menuliskan
"Dari pada air itu jangan kaulari,
Supaya jadi engkau matahari".
Betapa matahari telah menjadi cermin
Memancarkan Nur Muhammad di alam semesta
Pusat dari segala cahaya
Cahaya yang menjadi cahaya di hati kita
Penyair pencari cahaya di balik makna kata.

2015
Puisi: Mengenang Hamzah Fansuri
Puisi: Mengenang Hamzah Fansuri
Karya: Bambang Widiatmoko

Baca juga: Puisi Ibu Panjang

0 Response to "Puisi: Mengenang Hamzah Fansuri (Karya Bambang Widiatmoko)"

Posting Komentar