Puisi: Mahkota (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Mahkota

Ketika noktah-noktah kemerlap
Turun bagai mahkota di ubun-ubun
Aku justru terjaga di mimpi pertama
Detik-detik waktu lamat-melamat
Lalu kucoba mengenali alam
Duhai, betapa lama aku kaulupakan
Ah, bukan, bukan
Betapa jauh kau kutinggalkan

Ketika geliat tangan menyundul awan
Bola mataku terpaku
Tapi raga terseret gelandang waktu
Retas-meretas, gapai-menggapai
Buyar bagai tangan menggenggam air
Maka kucoba mengasihani diri
Ah, tidak, tidak
Terlalu sederhana aku merumus tafsir

Ketika kantuk kusibak
Kudengar isak meniti
Kapan detak-detik waktu lari
Sambil menggelengkan muka
Kini teriakku runtuh, menjilat pasir
Di sepanjang pantai dengan pecak tapak
Kaki sejarah, yang lenyap digulung ombak

Mimpi pertama, ketika kusahut noktah kemerlap
Ketika aku menafsir waktu
Ketika awan-awan memuntahkan mangsa guntur
Kilat-berkilat, maka kuyakini mata berkejap
Benar, benar itu adalah mahkota
Noktah-noktah kemerlap di ubun-ubunku
Berguguran

Puisi: Mahkota
Puisi: Mahkota
Karya: Sugiarta Sriwibawa

Catatan:
  • Sugiarta Sriwibawa lahir di Surakarta, pada tanggal 31 Maret 1932.
Baca juga: Inspirasi Puisi Senja

0 Response to "Puisi: Mahkota (Karya Sugiarta Sriwibawa)"

Posting Komentar