The Rest is Silence *

Sepi ternyata dapat membuncah, dan telapak kaki gemetar
Setelah Galunggung menggeliat dan mengilatkan api pijar

Sepi ternyata dapat menyergap, dan tangan pertolonganku sia-sia
Ketika Tampomas terbakar dan digulung gelombang badai

Sepi ternyata dapat menuding, dan wajahku berpaling
Kapan, segala benih tertabur di tanah kering

Entah di mana, suaramu
yang berteriak, yang menjerit, yang menangis
Makin sayup dan sendu
ditingkah irama tunggal gerimis

— The rest is silence

Yang setia menunggu
bunyi sedenting
Nadir kalbu
begitu hening
Ciloto, 1982


* William Shakespeare, Hamlet Prince of Denmark, Act V, Scene 2.
Puisi: The Rest is Silence
Puisi: The Rest is Silence
Karya: Sugiarta Sriwibawa

Catatan:
  • Sugiarta Sriwibawa lahir di Surakarta, pada tanggal 31 Maret 1932.
Baca juga: Puisi Kopi Malamku

Post A Comment:

0 comments: