OMBAK
OMBAK
OMBAK

ombak laut
ombak negeriku
laut kakek moyangku
laut yang purba

laut tanahairku
basuh tubuhku dengan asin airmu
bawalah aku ke dasar karangmu

sobek kulitku
bedah dagingku
toreh uratku
peras keringatku

cucilah kental darahku yang beku
segera akan kau tahu jenisnya
tetesan darah sang kakek telah hilang bekasnya
jangan pula bertanya: roh lautnya mana?
getaran ombaknya mana?

tak berdaging
tak bernafas
tak punya warna
dalam rongga jantung

aku telah jauh dari tenteram dan gelisah gelombangmu
sembunyi dari warna, cahaya dan angin rindumu
kini aku berdiam dalam belantara negeri
berburu harapan dan mimpi
dengan jenis darah: gelisah dan resah
selalu merasa sepi di negeri ramai
kadang bicara laut, ombak dan angin
tapi hanya tinggal memandangmu
dari ruang pengap yang menyanyikan hak istimewa

lagu rindu anak negeri yang manja
dengan jantung yang lemah
dengan roh yang cemas
terhuyung-huyung dalam gelap malam
bagai sang pelaut yang mabuk
tapi bukan oleh ombakmu oleh anginmu
bukan oleh olengan perahu pinisi sang kakek

bukan ombakmu
bukan anginmu
bukan asin airmu
bukan roh apimu

tapi jantung
jantung, konon sarat beban
gelisah menjelajah negeri
kadang melengking:
tamat

1980
Puisi: OMBAK
Puisi: OMBAK
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi Patah Hati

Post A Comment:

0 comments: