Sajak Lapar

Kubungkam laparku dengan
mengunyah batu-batumu
melulur tulang-tulangmu
menghisap-hisap deritamu.

Kubungkam dahagaku dengan
meminum ombak-ombakmu
mencucup keluh-keluhmu
mengulum-ngulum tangismu.

Diamku adalah rakusku
diamku adalah bukan suntukku
ketika habis sudah
segala pada dirimu, ibu
ibu dari segala penderitaan
hidup matinya kampung halaman.

Jakarta, November 1990
Puisi: Sajak Lapar
Puisi: Sajak Lapar
Karya: Diah Hadaning

Post A Comment:

0 comments: