Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Manila, Musim Panas 1970 (Karya Ajip Rosidi)

|
Manila, Musim Panas 1970


Cahaya benderang, musik merdu dan para remaja tertawa bahagia
Kusaksikan belaka dalam ketenangan senja Taman Luneta;
Cahaya remang, musik brisik dan teriakan-teriakan histeris jang buas
Kusaksikan sendiri dalam keriuhan klub-klub malam sepanjang Roxas.
 
Angin sejuk, pohon hijauh, alam 'nak masuk dalam dada yang jadi lapang
Kuhirup diam-diam sambil merenungi danau Taal terhampar tenang;
Udara busuk, gedung-gedung tua dan sampah tertimbun di sudut-sudut gang gelap
Kusimakkan dengan getir sepanjang Santa Cruz yang pengap.

Rumah-rumah indah, kebun-kebun luas dan kemewahan di daerah Makati
Percakapan-percakapan panjang, seekor anjing galak tiba-tiba menjalak terjaga
Kegelisahan dan harapan jang mengambang akan datangnya satu revolusi
Semua kulihat dan kusimakkan selama seminggu di Manila.


1970

Sumber: Ular dan Kabut (1973)


Puisi Ajip Rosidi
Puisi: Manila, Musim Panas 1970
Karya: Ajip Rosidi

Biodata Ajip Rosidi:
  • Ajip Rosidi lahir pada tanggal 31 Januari 1938 di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat.
  • Ajip Rosidi meninggal dunia pada tanggal 29 Juli 2020 (pada usia 82 tahun) di Magelang, Jawa Tengah.
  • Ajip Rosidi adalah salah satu Sastrawan Angkatan 66.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar