Puisi: Dendam (Karya Aldian Aripin)

Dendam

Perhitungan-perhitungan yang salah
menyayat hatiku luka parah.

'Ku hela nafas dalam-dalam
rinduku tambah dalam membenam.

Jalan berliku, ujungnya menanjak
hatiku sendu, hasratku ditolak.

Bertahan atas kelabu, luka kian meruyak
pada kertas 'ku suratkan dendam yang bergejolak.
  
1958
"Puisi: Dendam (Karya Aldian Aripin)"
Puisi: Dendam
Karya: Aldian Aripin
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar