Puisi: Phinisi Puisi (Karya Nana Riskhi Susanti)

Phinisi Puisi
(: MG)

Layar Pertama:
(Lelaki Platonik)

Ada yang menuntunmu mendatangiku
sudah terbuka kelopak bunga
ada yang menuntunku menemuimu
lihatlah malam berganti warna

Di sini pohon-pohon cemara berjajar
sepasang lebah mengulum madu dan menjatuhkannya ke tanah
disini rindu sudah tersulam dan terpagar
nyeri aku merajuk pada rasa manis dan dalam dirimu aku merajah

Datanglah, o, lelaki berperahu phinisi
menurunkan siang pada lubuk risauku yang hitam
memuaikan tiang-tiang pada angkasa senyapku yang legam
jemputlah aku di bukit sajak, pagi-pagi.

Sesungguhnya, o, empedu kegembiraan di hati tuan
adalah selembar sungai tergelar di siangku yang ungu
meski sampai kini belumlah aku paham, tuan
sekeramat takdir atau bebatu nasibkah itu yang menuntunmu menujuku


Layar Kedua:
(Kedatangan Nila)

Takkan rusak cinta sebelanga
bila tak kau bubuhkan nila pura-pura


Layar Ketiga:
(Perih yang Mulia)

Jangan kau gosok lagi luka lama
senyampang ia mulai sembuh serupa kuning subuh
tapi, ah, karena kau nakal juga menggosoknya
bertambah ia kemana-mana, menjalarlah

Ke ruang paling riang nyawa mulai meregang
ia akan berkembang sembunyi-sembunyi
serupa ketabah-jelian ganggang
di pucuk batu-batu di hulu hati ini


Layar Keempat:
(Pisau Pencinta)

Adalah pisau paling kilau
mencari-cari kegempalan batinmu, yang galau
sebilah pisau paling pukau
menyimak bunyi serak sepatumu, kejutan penuh ranjau

Pulanglah luka lama, o, luka menganga dari tusuk si pendusta
kuhalau engkau dari wangi mawar sia-sia
sebab batinmu dan batinku adalah satu telaga
kemarilah, menangislah sepuas-puasnya di pundak dinda

Masuklah suka cita, o, suka cita yang kukirimkan dalam peti pesan
dalam dirimu kuikatkan sesimpul keyakinan
bahwa kepedihan di dahan jantungmu mulai kugugurkan
tanpa silau pisau yang membuatmu gemetaran.

Tegal, April 2009
"Puisi Nana Riskhi Susanti"
Puisi: Phinisi Puisi
Karya: Nana Riskhi Susanti

Baca juga: Puisi Kemerdekaan
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar