Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Nyanyian Pengantin (Karya W.S. Rendra)

|
Nyanyian Pengantin

-
Kami adalah pagi hari
Kami adalah cahaya yang pertama
Bumi keras. Batu keras.
Berantuk dengan mimpi.

+
Manisku, manisku!
Sepasang pengantinku!

-
Tidak semua orang punya rumah.
Tidak semua hari punya nasi.
Di atas bumi asing kami berkemah.
Kami kepal tangan. Kami unjuk gigi.

+
Manisku, manisku!
Sepasang pengantinku!

-
Benih telah ditabur. Tidak semua menjadi.
Tanah telah dicangkul. Dan rumput disiangi.
Malam berbulan. Siang bermentari.
Kemarau dan hujan datang berganti.
Dengan khidmat kami mencium wajah bumi.
Ialah kerajaan dan kuburan kami.
Dengan khidmat
kami mencium hidup dan mati kami.

+
Manisku, manisku!
Sepasang pengantinku!

-
Kehidupan emas dan kematian emas
adalah mahkota bagi pengantin.
Mahkota emas logam bercaya
ditempa di landasan, diuji di dalam api

+
Manisku, manisku!
Sepasang pengantinku!


Sumber: Empat Kumpulan Sajak (1961)


Puisi W.S. Rendra
Puisi: Nyanyian Pengantin
Karya: W.S. Rendra

Biodata W.S. Rendra:
  • W.S. Rendra lahir pada tanggal 7 November 1935 di Surakarta (Solo), Jawa Tengah.
  • W.S. Rendra meninggal dunia pada tanggal 6 Agustus 2009 (pada usia 73 tahun) di Depok, Jawa Barat.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar