Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Kedai Minum (Karya Joko Pinurbo)

|
Kedai Minum


Hatimu yang terlalu penuh
jatuh ke lantai, pyaaarrr....

Dua orang sepi,
dengan seragam hitam putih,
memunguti pecahan beling.

“Ini gelas ketiga yang hancur
malam ini,” pelayan yang satu berkata.
Yang satu lagi menyelamatkan botol
yang hampir terguling.

Busa bir tersisa di sudut bibir.
Musik baru saja berakhir.
Tanganmu masih memegang buku puisi.
Kau terkapar
di kedai minum milikmu sendiri.


2011

Puisi: Kedai Minum
Puisi: Kedai Minum
Karya: Joko Pinurbo

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar