Kawanku dan Aku

Kami sama pejalan larut...
Menembus kabut,
Hujan mengucur badan,
Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan.

Darahku mengental pekat... Aku tumpat padaf...

Siapa berkata-kata?
Kawanku hanya rangka saja,
Karena dera mengelucak tenaga.

Dia bertanya jam berapa?

Sudah larut sekali,
Hilang tenggelam segala makna,
Dan gerak tak punya arti.

5 Juni 1943
Puisi: Kawanku dan Aku
Puisi: Kawanku dan Aku
Karya: Chairil Anwar

Post A Comment:

0 comments: