Keharuan

Aku tak terharu lagi
sejak bapak tak menciumku di ubun.
Aku tak terharu lagi
sejak perselisihan tak selesai dengan ampun.

Keharuan menawan
ketika Bung Karno bersama rakyat
teriak "Merdeka" 17 kali.

Keharuan menawan
ketika pasukan gerilya masuk Jogja
sudah kita rebut kembali.

Aku rindu keharuan
waktu hujan membasahi bumi
sehabis kering sebulan.

Aku rindu keharuan
waktu bendera dwiwarna
berkibar di taman pahlawan

Aku ingin terharu
melihat garis lengkung bertemu di ujung.
Aku ingin terharu
melihat dua tangan damai berhubung

Kita manusia perasa yang lekas terharu.

1962
Puisi: Keharuan
Puisi: Keharuan
Karya: Subagio Sastrowardoyo

Baca Juga: Puisi Bebas untuk Anak SD

Post A Comment:

0 comments: