Di Muarajambi

Basuhlah jiwamu di Telagorajo, bisik sesuara
dari arah hutan. Aku pun melangkah menuju
bata-bata berserak, sebagian telah disusun kembali
seperti merangkai biografi yang hilang terendam
pasang. Di pintu gerbang kulihat seseorang membakar dupa
di depan Arca Nandi, meminta maaf kepada ruh-ruh
penjaga candi. Aku tahu, di sini, berabad lampau,
seribu pendeta buddha dari Tiongkok pernah singgah
hanya untuk belajar Sabdavidya. Kemudian di bawah pohon
durian, aku duduk melepas lelah menepis sedih
dengan segelas es tebu. angin yang laju membawa mataku
mengarah ke timur laut, ke puncak candi tinggi
dan Menapo yang merindu Seloko. Tapi sesiang ini,
di reruntuhan delapan puluh dua candi, tak ada lagi
yang khusyuk menggali. Hanya anak-anak bersepeda
memekik-mekik gembira menyusun riwayatnya sendiri.

Muarajambi, 30 Desember 2012
"Puisi Toto ST Radik"
Puisi: Di Muarajambi
Karya: Toto ST Radik

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi dan Pengarangnya

Post A Comment:

0 comments: