Lagu Orang Sawah

Matahari dan bulan tak pernah singgah lagi di sini, kekasih
dan sawah-sawah tempat kita dulu biasa mencari belut telah
menjelma akuarium kota yang sesak oleh batu-batu, pecahan
beling, rumput plastik, pipa-pipa besi berkarat, juluran
kabel, dan lampu-lampu yang menolak waktu. sejarah tak pernah
menjadi milik kita. tetapi sebuah kendaraan yang menderas
lepas seribu kilometer per jam. kita cuma penumpang dengan
sesobek karcis  yang mahal: membayar kecemasan-kecemasan
dalam ketidakpastian arah menuju.

Maka aku rindu memelukmu, kekasih. Menghirup wangi padi
dari tubuhmu yang putih serta mengecup bibirmu yang lembut
dan manis: menepikan gelisah yang terus tajam mengiris-iris
hati kesadaranku. Sementara kenangan, milik kita satu-satunya
kian kusut dalam jiwa yang tercerai-berai. yang dicerai-berai!


Serang, 9 Februari 1996
"Puisi Toto ST Radik"
Puisi: Lagu Orang Sawah
Karya: Toto ST Radik

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi W.S. Rendra yang Terkenal
Loading...

Post A Comment:

0 comments: