Mencari Indonesia

Mencium punggung tangannya yang layu
mencari jejak riwayat Indonesia di situ
ibu mengajakku ke dapur
tak ada kompor gas di sini
minyak tanah pun tak terbeli
carilah lagi kayu bakar, katanya
sembari senantiasa tersenyum
semekar kembang pagi hari
jangan mengeluh, katanya lagi
biarlah harga bensin membumbung
cabai  memedas, telur-telur meledak, dan bawang
mengirim bandang airmata
juga beras yang kian mengeras
lalu ibu menjerang air seraya mencuci ribuan baju
dan celana tetangga
inilah sejarah kita, ujarnya datar
sedatar senja yang datang begitu saja
begitu saja...

tanpa pernyataan cinta
atau sekadar sapa.

Serang, 2008-2012
"Puisi Toto ST Radik"
Puisi: Mencari Indonesia
Karya: Toto ST Radik

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Sajak Aldian Aripin

Post A Comment:

0 comments: