Musim Rontok

Daun-daun hijau berubah kuning
Lunglai jatuh ke pangkuan Bunda
Ada pekik wanita umur 31 tahun — nyaring
Tanda musim rontok sudah tiba

Ah, bagaimana alam berganti warna
Resah bagai rambutmu yang blonda
Dan cuaca naik-turun tanpa suara
Bingung menghadapi salju dari utara

Merah dan kelabu, coklat dan jingga
Semua pun bakal sampai ke alamatnya
Benarkah wanita takut dikata tua, dinda
Rambut putih salju, tubuh pudar pesonanya?

Gairah hidup kesandung tak berdaya
Oleh rasa cemas yang menjelma duka
Kau diam lama-lama. Nanap di muka kaca
Bertanya: “Mas, benarkah aku masih muda?”

Daun-daun penuh bertimbun di tanah
Tapi tak ada orang membakari sampah
Angin berkali singgah. Angin berkesah
Sibuk berkabar ke lain-lain wilayah.

1982
"Linus Suryadi AG"
Puisi: Musim Rontok
Karya: Linus Suryadi AG

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Aku yang Unik

Post A Comment:

0 comments: