Sungsang

Secangkir kopi hitam dan sepotong roti dengan merah selai
strawberry. Hari masih sungsang. Kurebahkan tubuhku yang
berkeringat di atas ranjang Indonesia. Sayup kudengar lagi
pertengkaran, juga raung kemarahan. sementara bau daging terbakar
belum lagi lenyap ditiup angin. Apakah kita bukan sanak saudara?
Bapak, di manakah engkau?

Hari terus sungsang

"Indonesia nan molek!" serumu senyaring nafiri
seraya melompat-lompat gangnam style. Aku meludah. Kutinggalkan
ranjang Indonesia tumpah darah. Menerobos jendela segi lima
dan berlari ke jalan raya. Aku disergap kemacetan. Klakson, juga
makian, berebut telinga. Ada suara pistol meletus tiga kali. Entah
siapa lagi terkapar sebelum sempat berdo'a. Langit penuh duri.

Hari makin sungsang.

Serang, 29 Oktober 2012
"Puisi Toto ST Radik"
Puisi: Sungsang
Karya: Toto ST Radik

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Sajak karya Toeti Heraty
Loading...

Post A Comment:

0 comments: