Surabaya

(I)
Menggaung lagu Bar, mari kita datang
dalam irama mengapung, kata-kata diucapkan
redup lampu, engkau-aku, kan tenggelam

Memburu gelap kelam, hati kita girang
dalam gairah lambung, kaki-kaki diayunkan
larat-larut, hikmah hidup, kan menjelang

(II)
Kurengkuh buaian, hangatmu tubuh perempuan
elok dalam dialog, esok saat-saat yang hilang
dansa-dansi, basa-basi, kan menepis bayang

Kujemput terang hari, kutakut hidup sunyi
akan rangkulan luput, akan genggaman sayang
harap aku, harap aku, kan melepas layang

(III)
Beri rekah bibir, panas tubuh bergetar
dalam regukan subuh, dalam lekapan pusar
tahan diri keluh, sebelum menjadi pudar

Tandas darah menjalar, deras napas bertukar
dalam rayapan akhir, dalam tembusan akar
bagan sunyi penuh, sebelum habis terbakar

(IV)
Telaga segala telaga, sekeliling hutan duka
tersimpan bijak laki, tersandang liang luka
meruah rahmat hari, satu permainan jiwa

Damba segala damba, kali tujuh berlaga
malam habis gelap, malam habis puja
terkapar sonder hati, satu senyawa jua

(V)
Tinggal hanya lengang, anggur indera telanjang
menjulur dendam-rindu, menjalar jauh angan
menunggu dalam rabu, dalam ketaktentuan jalan

Hanya tinggal bulan, pucat didera terang
seorang melenggang, seraya memegang
maut aku, muat aku, dalam dekapan!
1973
"Linus Suryadi AG"
Puisi: Surabaya
Karya: Linus Suryadi AG

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi yang Populer

Post A Comment:

0 comments: