Sebentar Lagi Ia Pergi

Sebentar lagi ia pergi
apa yang sempat kau catat:
perutmu yang keroncongan dan mulutmu yang kering
atau meja makanmu yang penuh sesak ketika berbuka

atau ia akan segera lindap ketika matahari berganti
dan gema takbir menggema

Sebentar lagi ia pergi
apa yang bisa kau petik darinya
selain pesta-pesta yang kau sebut berbuka
selain lapar dan hausmu sebulan itu
Selain tarawihmu yang mungkin tak lengkap
Selain zakat fitrahmu yang telah kau lunaskan

Adakah kau menjadi orang-orang baru
lahir kembali dengan wajah berseri
meniti jalan raya dengan seribu matahari
menebar cahaya di mana-mana

Adakah kau telah menjadi pengembara
selalu tersenyum kepada siapa pun
tanpa pernah kau harap balasannya
karena tersenyum adalah bagian dari perjuanganmu
menjadi manusia

Sebentar lagi ia pergi
apakah kau telah siap kembali
ke hari-harimu yang dulu
sebagai lilin-lilin di setiap kegelapan

yang tak henti memberi
kepada siapa pun yang membutuhkan
yang tak henti menyanyi
bagi siapa pun yang sedang lara
yang tak henti menyinari
kegelapan apa pun yang kau temui
yang tak henti merawat
siapa pun yang terluka

Adakah kau telah siap
menjadi hujan yang selalu menetes di kekeringan
menjadi sumur bagi pejalan kaki yang kepanasan
menjadi laut bagi setiap perahu nelayan
menjadi dermaga bagi kapal-kapal yang akan berlabuh
menjadi rumah bagi orang-orang yang ingin pulang

Bawalah segala
laparmu,
hausmu,
tarawihmu,
zakatmu,
sedekahmu,
menjadi cinta yang membara.

Depok
Akhir Ramadan, 18 Agustus 2012
Puisi Mustafa Ismail
Puisi: Sebentar Lagi Ia Pergi
Karya: Mustafa Ismail

Baca juga: Kumpulan Puisi Karangan K.H. A. Mustofa Bisri
Loading...

Post A Comment:

0 comments: