Trotoar

Trotoar itu menyisakan debu
kadangkala berhias merah berdarah-darah
dalam waktu lama
orang-orang mempercepat langkah
memaling muka
seketika jantung berdegup kencang
wajah-wajah pucat berkerumun
membuat lingkaran
membuat jawaban
trotoar itu menjadikan dari sangat terpuji
sebagai saksi

Bila lelaki yang tertembus peluru itu
tak cepat-cepat membeku
trotoar itu hanya menyisakan debu
hitam dan bau.
Banda Aceh
April, 2001
Puisi D. Kemalawati
Puisi: Trotoar
Karya: D. Kemalawati

Baca juga: Kumpulan Cerita Menyedihkan
Loading...

Post A Comment:

0 comments: