Boneka

Pada matanya yang berdebu
kulihat seorang lelaki menuju malam. langkahnya
seperti pertempuran yang kalah. di pundaknya cuaca terus menanam
demam
dan di samping kota, ada yang setia menyapa
"selamat malam waktu, ke ujung sana gelap makin rendah
tidakkah kau membawa lentera?"
tetapi lelaki itu seperti terus menjumlah sesuatu

Pada warna yang mulai pudar
kulihat seorang perempuan tak bisa lagi menangis. wajahnya
seperti derai cermin pecah. mengusung mimpi yang terbuhul
dan pada bulan yang genit, ia selalu berkata
"pernahkah tuhan jatuh cinta?"
tapi jawabnya selalu cahaya yang lenyap tiba-tiba

di kamar itu. sepasang boneka putih dan ungu
berciuman melawan waktu.

Payakumbuh, Desember 2002
Puisi: Boneka
Puisi: Boneka
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Ibu

Post A Comment:

0 comments: