Bulan Bencana

Kampung-kampung
masih terkepung sepi. Gerimis
berkelahi di halaman. Kadang
meruncing menembus dada
menyaksikan bencana tak mau pergi.

Kampung-kampung
masih terkepung luka. Gerimis
tempias ke wajah semesta. Tersekap
amnesia sejarah mengeram di ingatan. Aku
hanya mampu mencatat keping duka-tercecer
senyap untuk di kenang
ah!

Solo, 2007
Puisi: Bulan Bencana
Puisi: Bulan Bencana
Karya: Sulaiman Juned

Baca juga: Kumpulan Puisi Elegi Jakarta
Loading...

Post A Comment:

0 comments: