Kota Pulau

Dari gapi diungkaplah tarinata
diri yang diwariskan
turun-temurun
gunung gamalama hingga pelabuhan
cerita kesultanan sampai alun-alun
juga pulau-pulau tak berhuni
adalah jiwa yang terus tumbuh. jiwa-jiwa karang
serupa lahar yang membakar
menatap matahari. hidup yang percaya
seolah benteng-benteng kokoh yang setia
merawat degupnya

berkali langit tertutup. letus-letus yang berulang
bahkan desa yang tenggelam menjelma danau
tapi ternate adalah tubuh-tubuh teguh. tiada kan pergi
bertinggal rapuh
pada hari-hari muram lagu akan disampaikan
“kami kitari gunung ini
sebanyak cinta yang dilahirkan. meredalah!
takkan kami lepas segala yang bernama warisan.”
maka orang-orang pun terus mendaki dengan jumlah genap
menuju puncak kehidupan

kebun cengkeh dan pala
legenda danau dan kuasa yang murka
adalah dinding-dinding yang terus memagar
serupa batu-batu yang selalu kembali setiap dilempar
karena ternate adalah gapi. adalah tarinata

“di sini tak ada orang-orang menyerah!”

lalu kerumunan soya-soya
hentak bagai laskar
berkeliling-keliling irama ganjil
sorak-sorai perjuangan
taqua di kepala. semangat menyala-nyala di dada
o, ternate. awan dan kabut bergelimun tiada ragu
di hatimu gunung laut saling berpeluk dan bercumbu.

Puisi: Kota Pulau
Puisi: Kota Pulau
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Ibu

Post A Comment:

0 comments: